Sepanjang darah masih mengalir
Sepanjang anginkan menerpa langkah
Tanpa rasa di raga
Hanya merasuk ke relung jiwa
Haruskah dipertanyakan
Bagaimana darah harus mengalir
Dimana anginkan menerpa
Kemana langkahkan berderap
Karena darah dan angin
Adalah satu rasa
Karena angin dan langkah
Adalah satu rupa
Rasa apa yang kau tawarkan
Rupa apa yang kau tunjukan
Langkah apa yang kau derapkan
Perlahan namun pasti merasuk ke relung jiwa
(Jakarta, 21 Desember 2009)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar